1. Bayati : Lagu ini cenderung
nada rendah-naik-dan makin naik berkarakter netral tidak riang atau tidak
terlalu sedih. Banyak dipakai pada lagu-lagu qosidah, sholawat, bacaan sholat,
dzikir dsb. Karena sifatnya yang netral.
2. Shobah : Lagu lebih memberi
kesan memperkenalkan rasa ungkapan, keluhan dan ratapan cenderung sedang naik
sedikit lalu turun. Umumnya banyak juga yang menggunakan untuk lagu takbir
lebaran.
3. Hijaz : Lagu ini menunjukan
satu penekanan pada penggambaran cerita, memperkenalkan, mempertegas ungkapan,
berpola sedang-naik-naik lalu turun melandai iramannya. Banyak digunakan untuk
lagu adzan, sholawat, irama gambus dll.
4. Nahawan : Lagu ini sedikit
berkarakter jelas perbedaannya dengan lagu lainnya, banyak mencerminkan irama
jenaka dan riang, dimana ujung lagunya terasa banyak cengkok lekukan drastis
cepat. Banyak dipakai dalam lagu qosidah, sholawat, bahkan bacaan sholat.
5. Rhas : Lagu ini terkesan kuat suara, tegas, tajam dan nada cenderung dari datar lalu naik dan naik terus sampai nada tinggi. Banyak dipakai lagu untuk adzan, bacaan sholat, takbiran dsb.
6. Jiharka :Ini merupakan lagu yang indentik transisi antara Rhoss terkesan nahwan riang dan hampir mirif Sikka (lagu ini yang banyak dikatakan para Qori-Qoriah cukup sulit dibawakan karena sifatnya yang semi dan transisi antara Rhas dan Sikka) biasanya sering dipakai di Sholawat, takbiran, dsb.
7. Sikka : Lagu ini banyak bernuansa rasa kesedihan, keprihatianan dengan karakter nada agak rendah pelan naik dan makin naik. Banyak dipakai pada berbagai kepentingan karena tidak menuntut nada tinggi dan sederhana.
5. Rhas : Lagu ini terkesan kuat suara, tegas, tajam dan nada cenderung dari datar lalu naik dan naik terus sampai nada tinggi. Banyak dipakai lagu untuk adzan, bacaan sholat, takbiran dsb.
6. Jiharka :Ini merupakan lagu yang indentik transisi antara Rhoss terkesan nahwan riang dan hampir mirif Sikka (lagu ini yang banyak dikatakan para Qori-Qoriah cukup sulit dibawakan karena sifatnya yang semi dan transisi antara Rhas dan Sikka) biasanya sering dipakai di Sholawat, takbiran, dsb.
7. Sikka : Lagu ini banyak bernuansa rasa kesedihan, keprihatianan dengan karakter nada agak rendah pelan naik dan makin naik. Banyak dipakai pada berbagai kepentingan karena tidak menuntut nada tinggi dan sederhana.
Ditutup dengan Bayati Kuflah yang
cenderung nada menurun.